Kedatangan Agama Buddha dari India
Sejarah Kedatangan Pertama
Mengakui kemustahilan mencari tahu "kapan atau bagaimana misionaris Buddhis di Cina dimulai", Kenneth Saunders menyebutkan bahwa Asoka mengirimkan misionarisnya pada masa Dinasti Qin (221-206 SM) ke Cina. Ensiklopedia Buddhis ini mengklaim bahwa pada tahun 217 SM, seorang biksu bernama Li Fang 李防 beserta tujuh belas lainnya tiba di Xi'an – tetapi legenda ini tidak begitu sesuai dengan sumber-sumber lainnya.[4]Menurut beberapa ahli sejarah Eropa, kaisar Kerajaan Maurya (Asoka Agung) telah mengirimkan biksu kerajaan Massim Sthavira ke India, Nepal, Bhutan, dan China untuk menyebarkan ajaran Buddha sekitar tahun 265 SM. Tetapi tidak ada konfirmasi apakah para misionaris ini berhasil tiba di Cina atau mereka bertanggung jawab atas perkembangan agama Buddha di sana.
Generasi-generasi terpelajar telah berdebat tentang apakah misionaris Buddhis pertama kali mencapai Cina via laut atau jalan darat (Jalan Sutra). Hipotesis jalur laut, didukung oleh Liang Qichao dan Paul Pelliot, memberikan pendapat bahwa agama Buddha pertama kali dipraktikkan di kawasan Cina bagian selatan, di daerah Sungai Yangtze dan Sungai Huai dimana pangeran Ying dari Chu (saat ini Jiangsu) telah beragama paduan antara Kaisar Kuning, Laozi dan Buddha di tahun 65 SM. Hipotesis jalur darat didukung oleh Tang Yongtong, memberikan pendapat bahwa agama Buddha menyebar dari arah timur melalui Yuezhi dan pertama kali dipraktikkan di bagian barat Cina, di ibukota Han Luoyang (saat ini Henan), tempat Kaisar Ming mendirikan Wihara Kuda Putih pada tahun 68 SM. Rong Xinjiang, seorang profesor dari Universitas Peking telah memeriksa kedua hipotesis ini melalui berbagai disiplin ilmu dan penemuan-penemuan terbaru, termasuk Naskah-Naskah Buddhis Gandhara dan sampai pada kesimpulan.
Pandangan bahwa agama Buddha dibawa ke Cina melalui jalur laut tampaknya kurang meyakinkan dan kurang material pendukung. Beberapa argumen tidak cukup. Berdasarkan naskah-naskah sejarah yang ada dan sumber-sumber ikonografi arkeologi yang ditemukan sejak tahun 1980-an, khususnya manuskrip Buddhis abad pertama telah ditemukan baru-baru ini di Afganistan. Komentator meyakini bahwa teori yang paling meyakinkan adalah bahwa penyebaran agama Buddha dimulai dari Yuezhi di bagian barat laut India (saat ini Afghanistan dan Pakistan) dan mengambil jalur darat untuk mencapai Cina daratan. Setelah memasuki Cina, agama Buddha berakulturasi dengan Daoisme dan kepercayaan Cina tradisional lainnya.[5]
Wihara White Horse, dianggap sebagai tempat awal mula penyebaran agama Buddha di Cina.
Gua Mogao mural abad ke-8 yang menggambarkan legenda Kaisar Wu yang menyembah Buddha pada tahun 121 SM.
Penerjemahan Kitab Suci
Penerjemahan Kitab Buddhis pertama ke dalam bahasa Cina terjadi pada tahun 148 SM bersamaan dengan kedatangan Pangeran Parthia An Shigao (Ch. 安世高) yang menjadi biksu. Dia membangun wihara buddhis di Loyang dan menyusun penerjemahan kitab-kitab Buddhis ke dalam bahasa Cina yang bertahan sampai saat ini. An Shigao menerjemahkan kitab-kitab buddhis mengenai ajaran-ajaran dasar, meditasi buddhis, dan abhidharma. An Xuan (Ch. 安玄), seorang umat awam dari Parthia juga bekerja bersama An Shigao untuk menerjemahkan kitab-kitab yang nantinya menjadi awal perkembangan agama Buddha Mahayana di Cina.
Kitab Tripiṭaka Koreana,
sebuah versi kitab Buddhis dalam bahasa Cina yang diukir pada 81,000
potongan kayu. Saat ini disimpan dan menjadi harta warisan dunia
sekaligus harta nasional Korea.
Perjalanan Xuanzang ke barat
Selama awal Dinasti Tang, antara 629 dan 645, seorang biksu bernama Xuanzang pergi mengembara menuju India dan mengunjungi lebih dari seratus kerajaan dalam perjalanannya tersebut. Dia menulis catatan perjalanan dan penemuan-penemuannya dengan detail, yang kemudian menjadi bagian penting dari studi tentang India selama periode tersebut. Ketika dia kembali, dia membawa serta sekitar 657 kitab Buddhis dalam bahasa Sanskerta. Xuanzang juga kembali ke Cina dengan membawa relik, patung, dan seni Buddhis lainnya yang ditaruh pada 22 kuda.[6]
Bodhisattva Menunjukkan Jalan, Cina, c. 875, Museum Inggris.
Perkembangan Saat Ini
Sampai saat ini agama Buddha masih merupakan agama utama bagi orang Cina. Pada bulan April 2006 Cina mengorganisir Forum Buddhis Dunia, sebuah event yang diadakan setiap dua tahun sekali. Pada Maret 2007 pemerintah Cina melarang aktivitas penambangan di gunung-gunung suci bagi umat Buddha. Pada tahun yang sama, di Changzhou, pagoda tertinggi di dunia dibangun dan dibuka untuk umum. Pada Maret 2008, organisasi Buddha Tzu Chi (Taiwan) diizinkan membuka cabangnya di Cina daratan. Hal-hal ini semakin menunjukkan dukungan pemerintah Cina yang komunis dan sekuler terhadap perkembangan agama Buddha Mahayana sebagai agama tradisional dan mayoritas di sana. Sedangkan agama Buddha Theravada dan Tibetan tetap dipraktikkan oleh etnis minoritas di sebelah barat daya dan utara Cina.Ref. http://id.wikipedia.org/wiki/Agama_Buddha_di_Cina

Tidak ada komentar:
Posting Komentar